Surat Kabar Prajurit, Hasan Blassim

Kami akan pergi ke pemakaman, menuju kamar mayat, dan meminta izin kepada para penjaga masa lalu. Kami akan membawa mayat pria itu bertelanjang ke taman kota dan memposisikannya di atas panggung, di bawah terik matahari. Kami akan mencoba membuat kepalanya tetap di tempat. Seekor lalat berdengung mengelilinginya, meski lalat-lalat mendengung baik di sekeliling yang hidup … Lanjutkan membaca Surat Kabar Prajurit, Hasan Blassim

Kamar Pas, Yukiko Motoya

Ia masuk, sehingga mustahil tidak keluar lagi. Yang ada di sana hanya karpet tebal dan sebuah cermin. Namun pelangganku sudah berada di sana selama tiga jam. Apa yang sedang ia lakukan di sana? Tentu menjajal pakaian-pakaian jualan kami. Tanpa henti, hingga tengah hari. Setiap aku tanya, “Bagaimana di sana, Nyonya?” ia membalas, “Aku baru saja … Lanjutkan membaca Kamar Pas, Yukiko Motoya

Ketika Di Burjo

Kau berhenti tepat di latar burjo pertigaan Sirajudin, menyetel standar samping, lalu turun dengan gaya biasa saja seperti orang kebanyakan dan masuk ke dalam. Ada empat orang muda: tiga lelaki dan satu perempuan. Kau tak menduga apapun sebab kau tak peduli. Yang kau inginkan cuma makan. Dua orang berjaga di balik konter; keduanya lelaki yang, … Lanjutkan membaca Ketika Di Burjo