Seseorang Telah Mengacak Susunan Mawar-mawar Ini, Gabriel García Márquez

Sejak hari Minggu dan hujan tak lagi turun, kupikir, aku akan mengambil sebuket bunga mawar untuk kuburanku. Merah dan putih, jenis yang perempuan itu tanam untuk altar dan pemakaman. Pagi waktu itu menyedihkan sebab keheningan dan keseluruhan musim dingin telah mengingatkanku tentang bukit kecil di mana orang-orang menguburkan mayat. Sebuah tempat yang gundul, tanpa pohon, … Continue reading Seseorang Telah Mengacak Susunan Mawar-mawar Ini, Gabriel García Márquez

Advertisements

Asap, Chuck Palahniuk

Tidak ada lagi kata yang keluar darinya. Tiap silabel musti ditimbang dan diukur. Tiap silabel disesuaikan untuk memancing tawa atau menguasai atau membuat dolar untuknya. Ia duduk di dapur, meminum kopi ketika istrinya membaca majalah. Istrinya menurunkannya sedikit dan bertanya, “Sekopek buat pikiranmu?” Pria itu hanya bisa melihat sepasang mata biru istrinya di atas jilidan … Continue reading Asap, Chuck Palahniuk

Crawler

Jadi pria ini merangkak pelan-pelan, dari gorong-gorong pinggir jalan itu. Caranya merangkak mirip Spider-man saat merayap di tembok-tembok Manhattan dan Newyork. Kepalanya mendongak, dan di sini ia mulai membedakan dirinya dengan Spider-man. Matanya nyalang, dengan gerakan liar mencari-cari sesuatu, seperti ketakutan dan tersesat di antara polisi-polisi yang bergegas pada malam itu. Ia lebih mirip kadal. … Continue reading Crawler

Menuju Bulan dan Kembali, Etgar Keret

  Aku merayakan ulang tahun anakku sehari setelahnya. Selalu begitu, tidak pernah menepati tanggalnya. Selalu sama. Mengapa? Karena hakim memutuskan anakku harus bersama ibunya saat ulang tahun, meski dia seorang jalang dan pembohong yang bercinta dengan siapa pun yang tersenyum padanya saat jam kerja. Ayah tidak lebih penting darinya. Lidor dan aku menuju mal bersama, … Continue reading Menuju Bulan dan Kembali, Etgar Keret

Sang Pembebas

“Kematian adalah kehidupan abadi. Berbahagialah! Sebentar lagi, kalian akan abadi.” Orang itu mengatakannya dengan lantang di depan kami semua. Pakaian kami serba putih, di ruangan yang serba putih. Kami tidak saling mengenal. Tapi itu tidaklah penting. Perkataan orang tadi mencuri perhatianku dan kami semua yang ada di hadapannya. Ia berdiri di atas meja dengan menggenggam … Continue reading Sang Pembebas